3 puaka buaya penunggu dan penjaga sungai kapuas kalimantan

Ketenangan sungai kapuas yang boleh dikatakan tidak pernah ada gelombang besar, ternyata menyimpan misteri gaib. Banyak yang mengkaitkan dengan dunia alam lain jika ada gelombang yang tiba-tiba menghantam kapal ataupun muncul begitu saja. Sungai kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia, ternyata merupakan memiliki kerajaan bangsa siluman atau puaka (puake bahasa kalimantan) yang selalu memunculkan diri untuk menunjukkan keberadaan mereka.

Sebelumnya kita telah mengupas tentang berbagai puaka yang ada di sungai kapuas seperti puaka ular, puaka ikan tapah. Kali ini kita adalagi puaka yang jarang dikenal oleh masyarakat karena jarang sekali menampakkan diri dan meminta korban yaitu puaka buaya. Menurut cerita dan kisah yang dituturkan masyarakat sekitar, puaka buaya ini digelari dengan nama kembaran dari mak tua. Konon asal mulanya dari seorang nenek yang sudah meninggal.

Puaka Buaya putih, buaya hitam dan buaya kuning

puaka buaya sungai kapuas kalimantan

Kembaran dari mak tua yang berwujud buaya ini terdiri atas 3 puaka buaya yaitu buaya putih, buaya hitam dan buaya kuning. Mereka tidak menggangu manusia. Tapi kononnya mereka akan menampakkan diri kepermukaan air jika ada acara tertentu yang tidak melakukan ritual buang-buang.

Di kalimantan barat ada yang namanya ritual “buang-buang”. Acara Ini berkaitan dengan pemberian kepada mahkluk gaib agar tidak mengganggu manusia. Biasanya ritual ini dengan membuang beras kuning, paku, benang, telur ayam kampung, dan minyak. Ritual ini dilepas dengan iringan doa dan mantera khusus yang dilakukan oleh orang pandai. Ritual ini biasa dilakukan saat ada yang menggelar acara pernikahan dan acara meriam karbit di saat malam takbiran.

Wujud dari puaka buaya ini jika muncul tidak seperti buaya yang biasanya akan berenang jika bergerak. Tapi hanya menampakkan mulutnya saja. Ukurannya yang raksasa dengan gigi yang runcing tentu menakutkan siapa saja jika bertemu dengan mereka.

Demikianlah cerita tentang puaka buaya yang tentu saja tidak bisa dibuktikan secara sains modern. Kita hanya bisa mengambil hikmah dibaliknya yaitu, tetap menjaga keberadaan alam semesta. Walau bagaimanapun kita tidak bisa memungkiri adanya mahkluk dari alam gaib yang ada disekitar kita. Walahualam.

Leave a Reply