asal usul hantu kalong wewe

Ditanah jawa cerita hantu kalong wewe sudah tidak asing lagi, apa dan siapa sebenarnya hantu kalong wewe terebut. team sandekala.com telah merangkum berdasarkan dari berbagai cerita masyarakat di tanah jawa tentang asal usul hantu kalong wewe dan keberadaannya serta waktu kemunculannya.

jika diartikan dari namanya kalong wewe berasal dari dua kata yaitu kalong yang berarti kelelawar besar dan wewe adalah istilah untuk perempuan (awewe bahasa sunda). kalong wewe menurut cerita rakyat ditanah jawa adalah jelmaan jin wanita yang menjelma menjadi binatang kalong, dan juga bisa berwujud manusia dengan rambut panjang dan dada besar. kemunculannya hanya disaat-saat tertentu saja yakni pada saat pertemuan antara siang dan malam (menjelang magrib) atau jika orang dahulu bilang sandekala.anak yang di culik tidak akan merasa takut melainkan malah mengikutin ajakannya karena bisa berubah menjadi mirip orang tua atau saudaranya.

kemunculan kalong wewe juga sering membuat resah warga karena suka menculik anak-anak yang pada saat senja itu masih berada diluar rumah. meskipun pada akhirnya anak tersebut dapat ditemukan atau kembali sendiri namun yang membuat para orang tua takut adalah perbuatan kalong wewe pada anak-anak saat dibawanya. mereka membawanya kemudian memberinya makanan dan dikasih juga air susu dari tubuhnya, makanan yang serba enak hingga sang anak tidak bisa menolak, disamping itu juga kadang si anak bermain dengan teman barunya anak-anak seusianya yang tidak lain adalah anak-anak jin juga agar merasa senang. namun yang perlu di sadari adalah makanan yang dimakan bukanlah makanan seperti apa yang dilihatnya, rasa nikmat yang dirasakan adalah halusinasi dari pengaruh hasutan kalong wewe tersebut. ada mie, nasi, daging, dll semua makanan enak ada disitu, namun siapa sangka apa yang dilihatnya bukanlah makanan enak melainkan kotoran dan binatang yang menjijikan seperti mie goreng ternyata aslinya adalah cacing tanah, nasi/ bubur adalah kotoran/ tai. hingga pada akhirnya si anak kekenyangan, dan tidak hanya itu setelah kalong wewe mengembalikannya pada orang tuanya mulut sianak menjadi bisu karena memakan apa yang diberikan hantu tadi. untuk menyembuhkannya biasanya dibawa ke orang pintar dan di buatkan selamatan.

apabila hal ini terjadi, masyarakat biasanya akan mencarinya dengan sambil menabuh peralatan dapur yang terbuat dari bambu seperti nampan/ tempat nasi dll sambil berteriak memanggil nama si anak dan membaca doa. meskipun menurut ceritanya bahwa sebenarnya si anak tidak lah jauh teresat hanya disekitar pekarangan rumah yang rimbun dan gelap akan tetapi jika kalong wewe belum mau mengembalikan bisa ditutupin dengan kegelapan agar tidak di temukan oleh orang. untuk itu buat para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terlebih lagi apabila hari sudah menjelang malam, segeralah suruh pulang kerumah untuk mandi kemudian sholat dan mengaji.

Leave a Reply