cerita misteri hantu villa cisarua

Peristiwa ini merupakan kisah nyata yang saya alami dan terjadi setelah wisuda awal tahun 1990, telah sepakat dengan teman-teman satu jurusan untuk mengadakan acara perpisahan di sebuah villa daerah Cisarua Puncak..
Hanya sayang waktu itu saya tidak dapat berangkat bareng rombongan jadi berniat menyusul dengan kendaraan sendiri bersama seorang teman wanita..
Untuk menghindari kepadatan sengaja kami mengadakan acaranya dihari kerja rabu sampai jumat..
Karena kesibukan saya baru berangkat kamis setelah ashar dengan perhitungan sebelum maghrib sudah dapat bergabung dengan teman-teman yang berangkat duluan kemarin..


Adanya kecelakaan lalu lintas di daerah Gadog ternyata membuat kami terlambat, menjelang maghrib baru masuk daerah Cisarua..
Karena lelah saya mampir dulu disebuah warung seberang mesjid Cisarua untuk ngopi sambil bertanya pastinya lokasi villa..
Cisarua menjelang maghrib udaranya remang-remang tertutup kabut, dingin terasa membuat badan sedikit menggigil, disinilah keanehan-keanehan itu bermula..
Warung pinggir jalan itu hanya dilayani oleh seorang ibu yang sudah tua dan tidak banyak bicara, rasa janggal terasa dihati saat ketika bicara si ibu tersebut tidak pernah mau bertatap muka, namun karena lelah saya tidak terlalu peduli, teman wanita yang berangkat bersama juga terlihat gugup dan terus memegang erat ujung jaket saya, rupanya diapun mendapat firasat yang tidak enak..

Tak lama adzan maghrib pun berkumandang, setelah menyelesaikan pembayaran kami menyusuri jalan kampung masuk dari sebelah mesjid sesuai arahan teman-teman yang sudah berangkat duluan juga berdasarkan keterangan si ibu warung…
Gelap sudah hanya lampu mobil yang menerangi jalan berbatu dengan sisi kiri kebun dan sisi kanan jurang tanpa diketahui kedalamannya…
Cemas melanda hati kami berdua, tersesat itu yang terlintas di benak kami “putar balik” minta teman wanita yang bersama saya, “iya” jawab saya sambil cari tempat yang leluasa untuk putar arah…
Namun tak lama dari arah berlawanan terlihat lampu mobil sedang bergerak, agak lega hati kami, “itu mungkin teman kita” kata saya sambil meminggirkan mobil karena jalan kurang lebar untuk berpapasan ..
Sebuah mercedes kuno lewat kacanya gelap tertutup uap embun sehingga tak terlihat satu orangpun di dalamnya..
Berdua kami bertatapan panik, ‘putar arah segera’ hanya itu yang ada dibenak saya namun belum sempat mobil bergerak seorang petani sambil menggendong cangkul lewat tampaknya dia kemalaman, “pak villa …. masih jauh?” sambil menunjuk dia berkata “dari belokan itu sudah terlihat” Alhamdulillah.. dalam hati pokoknya kalo ketemu temen-temen saya mau tegur kenapa pilih villa terpencil…
Benar saja setelah belokan tampak di lembah sebuah villa dengan lampu yang terang benderang dan suara musik lawas terdengar jelas…
Setelah melewati beberapa belokan lagi sampailah kami di depan villa tersebut, anehnya suara musik tidak terdengar lagi dan villa pun dalam keadaan gelap gulita, penasaran saya turun untuk menge-cek pintu gerbangnya, terlihat gembok model lama tergantung dan sudah berkarat…
Secepat kilat saya lari ke mobil ketika mendengar suara tangis, teman wanita yang bersama saya dengan wajah pucat sambil terisak meneteskan air mata berkata lemah “pulang ayo pulang”
Tanpa memikirkan bahaya lagi saya langsung putar arah dan tancap gas ke arah semula..
Sesampainya di jalan raya adzan isya berkumandang, saya bermaksud mampir ke warung si ibu kembali namun di seberang mesjid itu tak nampak sebuah warungpun..
Akhirnya untuk menenangkan diri kami mampir ke tukang sate kiloan tak jauh dari situ, melihat sikap kami yang gugup si kakek tukang sate menjadi heran “kenapa?” tanya nya, pertama saya hanya menggeleng lemah tapi kemudian saya ceritakan semua peristiwa yang terjadi barusan…
Tampaknya si kakek tukang sate asli orang setempat dan paham betul dengan peristiwa yang kami alami, “Alhamdulillah adik-adik tidak sampai celaka” begitu kata si kakek dengan penuh rasa syukur, kemudian diapun bercerita latar belakang kejadian tersebut

Dulu sekitar akhir tahun 1980 di lokasi tersebut memang terdapat sebuah villa keluarga yang mewah, demikian si kakek tukang sate mengawali ceritanya.. mendengar cerita seram tersebut saya dan teman-teman mendengarkan sambil merinding.
Villa tersebut dijaga oleh suami isteri selain menjaga villa sehari-harinya si suami berkebun di sekeliling villa dan si isteri membuka warung kopi di seberang mesjid..
Villa itu milik keluarga kaya dari Jakarta biasanya mereka berlibur sebulan sekali saat diakhir pekan, kendaraannya mobil mercedes yang terhitung mewah pada masa itu, semua warga sini hormat dan mengenal keluarga tersebut..
Dihari yang naas itu saat mereka hendak kembali ke Jakarta mobilnya tergelincir masuk jurang menghantam bebatuan kali yang berada di bawahnya..
Tak seorangpun yang tertolong termasuk suami isteri penjaga villa yang kebetulan ikut dalam mobil tersebut..
Sejak peristiwa tersebut sering terjadi peristiwa aneh dan hampir mencelakakan di sekitar villa sehingga warga setempat tak ada yang berani mendekat, apalagi tak pernah ada satu orangpun pemilik dari Jakarta yang datang lagi, akhirnya villa tersebut terbengkalai lama-kelamaan rusak dan hancur..
Mungkin “mereka mengajak” adik-adik berdua untuk ikut tapi Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi, demikian si kakek tukang sate mengakhiri ceritanya..
Malam itu akhirnya kami berdua menginap di sebuah hotel di kawasan tersebut, ceritanya saja menginap padahal kamarnya hanya untuk menyimpan barang sedangkan kami berdua duduk di lobby dekat reseption sambil nonton tv dan tertidur sampai pagi disitu..
Dihari kemudian setelah di Jakarta dan bertemu teman-teman kampus kami menceritakan peristiwa aneh tersebut..
Beberapa teman penasaran dengan cerita kami dan mengajak untuk mengunjungi villa itu kembali pada siang hari, maka pada hari minggu pagi berangkatlah kami serombongan untuk memastikan keberadaan villa yang penuh misteri tersebut..
Ketika baru belok ke jalan kecil di samping mesjid cisarua, mobil yang kami tumpangi mendadak mogok dan akhirnya kunjungan ke villa misteri terpaksa dibatalkan..
Masih dengan rasa penasaran beberapa kali kami merencanakan untuk tetap mengunjungi villa tersebut namun ada saja yang menghalangi..
Sampai pada detik ini akhirnya kami tak pernah tahu keberadaan villa misteri ini, apakah masih berdiri atau minimal sisa-sisa puingnya..

Leave a Reply