definisi bentuk setan dan jin menurut islam

setan dan jin adalah sama-sama mahluk Allah sama halnya dengan manusia, namun setan dan jin lebih dahulu diciptakan dan tidak mudah dilihat dengan mata telanjang karena berbeda alam. Setan atau syetan yang berarti sang penentang adalah perwujudan dari antagonisme yang bersumber dari agama-agama Samawi, mahluk yang menentang perintah Allah dan juga yang sering menghasut manusia untuk mengikuti jejaknya sehingga masuk neraka. setan juga sering disebut dengan istilah iblis dalam agama islam. sedangkan jin yang berarti tersembuny dalam bahasa arab atau “tidak terlihat”. Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.

berikut definisi bentuk setan dan jin menurut agama islam

1. Rupa Setan Sangat Jelek
Setan mempunyai wajah yang sangat jelek dan bertanduk dan bertaring, bahkan di gambarkan seperti mayang dari salah satu pohon di neraka.

“Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.” [QS. Ash Shaffaat: 64-65]

2. Setan Bertanduk
di jelaskan Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kalian melaksanakan shalat saat matahari terbit dan saat tenggelam karena waktu tersebut adalah waktu munculnya dua tanduk setan.” [HR. Muslim no. 828]

3. Setan Punya Hati, Mata dan Telinga
Setan memang seperti manusia, mereka juga punya hati, punya mata dan telinga, tapi bedanya kalau hati manusia itu fitrahnya baik, setan tidak. Mereka penuh dengan kebencian dan kesombongan. Mata setan pun juga tidak seperti mata manusia yang dipandang terlihat indah, mata setan lebih terkesan mata yang galak, yang berambisi dan tentu saja menakutkan.

Setan, jin atau iblis memang jumlahnya banyak sekali, ia seperti manusia yang terus berkembang biak,memiliki keturunan dan berkomunitas.

Leave a Reply