Definisi Sandekala

Mungkin bagi masyarakat diluar pulau jawa tidak mengenal istilah ini, namun bagi masyarakat jawa khususnya orang-orang lama akan sering mendengar istilah sandekala. sandekala sering kita dengar pada saat masih anak-anak, sebuah kata untuk memberi peringatan yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang masih kecil agar tidak berada di luar rumah.

apabila di jabarkan dengan bahasa jawa, sandekala berasal dari dua kata yaitu sande dan kala. sande berasal dari kata sanding/sebelah/penghujung/pergantian, sedangkan kala adalah saat/waktu. jadi apabila digabungkan sandekala memiliki arti pergantian waktu atau penghujung hari. kemudian mengapa istilah ini dijadikan alasan atau sebab yang tidak boleh dilanggar untuk melaksanakan kegiatan diluar rumah pada saat terjadinya perubahan waktu tersebut atau disebut pamali.

berbicara masalah nasehat orang tua kepada anak di kala senja hari untuk tidak berada diluar rumah, maka kembali ke hukum adat dan mitos. orang-orang terdahulu percaya akan adanya suatu kejadian yang diakibatkan mahluk gaib di waktu senja atau identik dengan pergantian waktu dari siang ke malam, ada saat di namakan sandekala dalam pertemuan tersebut tersebut yakni pergantian siang ke malam bukan dari malam ke siang. kejadian yang dikisahkan dalam cerita-cerita orang tua adalah bahwasannya pada saat pergantian waktu tersebut setan, jin dan iblis keluar dari sarangnya untuk menculik umat manusia khususnya anak-anak agar disesatkan dari jalan pulang, melalui salah satu mahluk gaib yang disebut kolongwewe, wewegombel atau sejenisnya.

dilihat dari sudut pandang Agama islam bahwasannya ungkapan sandekala kepada anak adalah sebuah istilah agar anak-anak mau kembali kerumah untuk melaksanakan shalat magrib dan menghentikan segala kegiatan diluar rumah, menginggat saat anak-anak biasanya lebih takut sama hantu daripada sama amarah orang tuanya. jadi bisa jadi sandekala adalah sebuah kata untuk menakuti seorang anak agar menuruti perintah orang tuanya.

kemudian dilihat dari pernyataan para orang tua yang sudah turun tenurun bahwasannya sandekala itu identik dengan waktu munculnya kejahatan yang dilakukan oleh bangsa jin kepada manusia baik anak-anak maupun orang tua, diceritakan bahwa apabila seseorang sudah di sesatkan oleh bangsa jin seperti kolongwewe pada saat sandekala maka orang tersebut akan menyimpang dari jalan pulang meskipun dalam pemikirannya sudah benar jalannya, akan tetapi disesatkan ke tempat lain seperti kuburan, hutan dan pantai. tidak hanya itu saja apabila di beri makan ternyata makanan itu bukanlah makanan yang layak di makan manusia akan tetapi binatang-binatang menjijikan seperti cacing,tikus, ular dll. dan apabila sudah ditemukan oleh keluarganya maka anak yang tersesat/ keselong tersebut sudah tidak normal alias hilang ingatan atau bisu tidak bisa bicara.

sedangkan apabila dilihat secara ilmiah bahwasannya pergantian waktu sandekala dari siang ke malam ternyata berpengaruh kepada fisik manusia baik dari penglihatan maupun pikiran. secara umum kita ketahui bahwa perubahan dari terang ke gelap akan membutuhkan waktu sedikit untuk penyesuaian mata dan disaat itulah kadang bagi anak-anak yang mengakibatkan hilangnya kesadaran sehingga bisa mempengaruhi pikiran untuk mengingat atau melihat arah jalan pulang kerumah sehingga menjadikan dirinya tersesat karena mengikuti naluri yang sudah tidak berjalan secara normal. selain dari penglihatan juga bisa juga karena cuaca dari panas ke dingin sehingga tubuh seseorang akan menyesuaikan, namun apabila penyesuain tersebut tidak berjalan semestinya maka dapat mempengaruhi akal pikiran juga.

kesimpulannya adalah bahwa apapun bentuk persepsi serta penilaian dari sisi manapun tentang makna sandekala, yang jelas kita sebagai manusia wajib ber ikhtiar, menghindari segala kemungkinan yang bisa berakibat fatal, menjauhi segala larangan-larangan yang di berikan oleh Yang Maha Kuasa maupun larangan yang di nasehatkan oleh orang tua kepada anak. bukan mempercayai hal mistis/mitos maupun takhayul akan tetapi lebih memilih untuk menghindari segala kemungkinan yang terjadi mengingat kita sebagai manusia hidup berdampingan dengan mahluk lain. dan yang paling utama adalah selalu berdoa sesuai keyakinan masing-masing baik didalam rumah maupun diluar rumah agar senantiasa di berikan keselamatan.

Leave a Reply