Hantu Burong Tujoh Aceh Pengganggu anak kecil dan wanita hamil

Burong Tujoh adalah misteri dan cerita tentang hantu yang menakutkan dari aceh. makhluk gaib yang tidak terlihat dan senang menggangu anak-anak kecil maupun perempuan yang sedang hamil. Orang yang dirasuki burong tujoh akan terlihat mengerikan, yaitu mata si korban terlihat melotot, terbelalak dan terus menerus melihat ke atas. Burong tujoh identik dengan ilmu hitam. Ia diduga sebagai hantu jahat yang ‘dipelihara’ oleh pemilik ilmu hitam atau dukun. Dalam hal ini, burong tujoh hanya akan merasuki seseorang karena dikirim oleh si pemiliknya. Konon, burong tujoh tidak hanya dapat mengakibatkan penyakit, tapi juga dapat merenggut nyawa.

Hantu Burong Tujoh Aceh

Hantu Burong Tujoh Aceh, foto faktadanmitos@instagram

Istilah burong tujoh berasal dari istilah Aceh, burong artinya ‘hantu’ dan tujoh merupakan sebutan untuk angka ‘tujuh’. Secara etimologis, burong tujoh adalah makhluk halus yang berjumlah tujuh. Sampai Sekarang Keberadaannya Masih Misteri.

Burong Tujoh dalam kepercayaan masyarakat Aceh merupakan sejenis setan, Koban kerasukan burrong tujoh akan terlihat kesakitan dan menderita hingga pada taraf kehilangan kesadarannya. Masyarakat disana percaya bahwa burong tujoh dapat mendatangkan bencana bagi orang-orang. Konon, sosok tersebut suka mengganggu orang dengan cara merasukinya. Orang yang dirasuki burong tujoh akan berperilaku aneh, mereka menjadi liar seperti binatang. Ada yang berteriak keras, berkata kotor dan tidak senonoh dari mulutnya, meronta, dan bola matanya membelalak ke atas. Ada juga yang memanjat pohon atau tembok, atau tubuhnya kaku.

Bagi korban kerasukan biasanya akan diobati oleh seorang pawang di mana si korban akan dimantrai dengan bacaan-bacaan mantra, biasanya setelah diobati korban akan kembali kesadarannya dan kondisinya berangsur-angsur membaik. Di Aceh, orang yang dirasuki burong tujoh ditangai oleh seorang Tengkeu, sebutan untuk seseorang yang memiliki kemampuan paranormal. Tengkeu itu akan meniupkan napasnya kepada orang yang dirasuki seaya memanjatkan doa untuk pemulihan. Setelah korban didoakan, biasanya dia akan berubah menjadi tenang dan berangsur pulih.

Pada Juni 2012, di desa Cot Saleut. Sepasang suami-istri diseret keluar dari rumahnya sebelum dikeroyok masyarakat hingga tewas mengenaskan. Tidak sampai di situ, kemarahan warga desa Cot Saleut mendorong mereka membakar rumah pasangan itu hingga rata dengan tanah. Keluarga korban yang ditinggalkan hanya bisa pasrah akibat mitos yang kebenarannya mungkin tidak akan pernah terungkap. Beberapa kejadian mengenai mitos ini sungguh menyesatkan masyarakat.

Leave a Reply