kisah nyata menempati rumah baru

pada tahun 2016 aku menempati rumah yang aku beli dari hasil bekerja di luar negeri. karena ingin seperti rumah di perkotaan maka aku bangun sebuah teras biar lebih keren dan juga bisa buat duduk nyantai jika ada teman-teman datang. pada waktu membangun teras rumah yang belum selesai terjadi perdebatan antara bapak aku dengan tetangga soal batasan tanah. karena saat aku membeli tanah tersebut bapaklah yang mengetahui batasan pekerangan sehingga bapak tidak terima jika tanah yang dibeli untuk saya ternyata batasnya bergeser. namun karena aku dan keluarga termasuk orang baru sehingga memilih pasrah dan menyampaikan ke bapak agar mengalah aja, sambil aku bilang , “udah pak,gak usah bertengkar. kita ngalah aja,buat apa kita persoalkan. mati gak akan kita bawa kok”. akhirnya bapak aku mau menuruti perkataanku, dengan harapan nanti bisa diukur oleh pihak pertanahan dan pemilik yang lama untuk memastikan batas sebenarnya.

                          gambar ilustrasi

setelah teras rumah jadi dan persoalan batas tanah tidak dipermasalahkan lagi karena dari dinas pertanahan turun dan berhasil memberikan penjelasan tentang batas tanah sebenarnya. sejak saat itu aku dan keluarga merasa tenang, namun setelah beberapa bulan menempati mulai ada keanehan. genteng rumahku pecah terbelah dua,aku heran apa yg menyebabkn genteng rumah pecah… aku biarkan genteng rumah yg pecah soalnya aku tidak berani naik atap rumah. setelah 2 minggu genteng yg pecah di ganti yg baru sama bapak. eh…!! setelah beberapa hari genteng pecah lagi tapi beda tempat, dan aku semakin heran, ada apa ini.anehnya,genteng yg pecah kok di kamar yg kosong yg belum d tempati untuk tidur.

setelah beberapa minggu kira-kira jam 11 malam terdengar suara yg keras seperti suara petir.istri aku juga mendengar,istri aku panik tapi tidak membangunkanku waktu aku lagi tidur. besok paginya aku ngecek rumah dan ternyata genteng rumahku yg pecah. saat itu aku berfikir bahwa ada yang telah mengganggu kehidupanku, akhirnya aku berkonsultasi dengan bapak, kemudia agar selalu berdoa supaya tidak terjadi lagi dan keluargaku dijauhkan dari kejahatan maupun niat buruk orang lain. sejak itu habis sholat aku selalu berzikir dan membaca alqur’an surat Al Qahfi.

sejak saat itu kejadian yang menimpa rumahku tidak terjadi lagi, namun anehnya tetangga rumah yang pada saat itu mempermasalahkan masalah batas tanah mendadak jatuh sakit dan tidak kunjung sembuh. ada perasaan kasihan dan ada juga perasaan heran apakah orang tersebut yang selama ini mengganggu kehidupan rumah saya hingga doa yang saya panjatkan telah membalikan hasil kejahatannya. semoga tetanggaku cepat diberi kesembuhan dan dibukakan pintu hatinya agar tidak ada lagi dendam diantara kita dan menjadi tetangga yang baik.

Leave a Reply