masalah wanita memakai azimat

apakah seorang wanita diperbolehkan memakai azimat untuk dijadikan penangkal dari segala musibah ataupun gangguan kejahatan? inilah sebuah pertanyaan yang sering di lontarkan karena banyak orang yang meyakini bahwa dengan azimat bisa melindungi dirinya. namun justru itulah yang dilarang karena manusia khususnya seorang wanita tidak diperbolehkan memakai azimat seperti rajah, susuk, jimat dll karena termasuk syirik yang tidak percaya akan adanya perlindungan dan pertolongan dari Allah.

dengan memakai azimat sama saja menggantungkan keselamatannya serta harapannya pada sebuah benda tersebut baik yang berupa kalung, tongkat, cincin atau tulisan-tulisan rajah lainnya dimana itu dijadikan sebagai media penyelamat bagi dirinya agar tidak mendapat gangguan dari jin maupun syetan bahkan untuk mempercantik dirinya juga. maka dengan tujuan yang seperti itu para ulama bukan saja melarang tapi juga mengharamkannya, bahkan barang siapa yang terus memakainya maka Allah akan melaknat dan membuat sipemakai azimat menjadi hina.

Allah SWT berfirman dalam Al-quran suarat AL-Jin ayat 6 yang berbunyi:
“dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki diantaranyamanusia yang mengharapkan perlindungan kepada laki-laki diantaranya jin, maka jin-jin itu menambah dosa dan kesalahan”.

jadi tidak dibenarkan selamanya bahwa menjadikan sebuah barang menjadi azimat meskipun itu datangnya dari seorang kyai, guru dan sebagainya. jika dalam hal pengobatan, boleh saja meminta bantuan dari mereka asalkan tetap menggantungkan harapannya kepada Allah SWT. karena beliaulah yang memberi segala perlindungan, keselamatan, ampunan, kesembuhan dan kesehatan bukan dari jin maupun setan. bahkan jin dan setan hanya akan menambah dosa dan kesalahan melalui tipu dayanya supaya melakukan syirik yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Leave a Reply