mitos atau fakta meletakan kedua telapak tangan diatas kepala dapat menyebabkan ibu meninggal

Mitos memang selalu dibawa oleh para orang tua untuk memberi peringatan kepada anaknya, meski sang orang tua sendiri masih meragukan atas kebenaran dan fakta tentang mitos yang disampaikan. menurut para orang tua peringatan atau larangan yang disertai dengan efek/ akibat biasanya lebih dituruti karena ada unsur menakut-nakuti. dan biasanya mitos larangan tersebut akan disampaikan apabila ada sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh anaknya. seperti mitos berikut ini tentang meletakan kedua telapak tangan diatas kepala yang dapat menyebabkan ibunya meninggal cepat.

berbicara masalah mitos tersebut saya sendiri sebagai penulis, pernah di nasehatin oleh orang tua tentang hal ini. waktu itu saya tidak berani mengatakan bahwa hal tersebut hanya sebuah mitos atau karangan cerita saja, bahkan untuk menanyakan kenapa bisa terjadi sampai ibu meninggal jika saya meletakan kedua telapak tangan diatas kepala itupun tidak berani. yang saya lakukan saat itu hanyalah menuruti dan selalu mengingatnya agar jangan sampai lupa pesan tersebut. karena saya sangat sayang sekali sama ibu saya, dan saya tidak mau gara-gara berpayungan tangan ibu saya cepat meninggal.

Karena rasa penasaran saya, maka setelah besar saya mencari sebuah fakta tentang mitos tersebut. saya kembali bertanya kepada para orang tua dan sesepuh dikampung mengenai mitos berpayungan tangan. dan jawaban mereka membenarkan bahwa larangan tersebut sudah ada sejak mereka belum lahir dan selalu turun-temurun. namun mengenai fakta dan kebenarannya sendiri mereka tidak bisa memastikan karena hal tersebut bersifat lisan dan sejauh ini pun belum ada yang melakukan pelanggaran kemudian orang tuanya meninggal, hanya apabila dikaitkan kemungkinan kebetulan pada saat itu karena takdir dari sang ibunya memang sudah dekat ajalnya.

berdasarkan fakta atau mitos tersebut maka dapat dikaji secara ringkas dan pesan moral akan perbuatan yang saat itu tidak disukai oleh orang, berpayung tangan menunjukan orang yang hanya mampu melihat dan mengamati namun tidak mau bekerja/ pemalas. apabila anda ragu lebih baik menghindari daripada sesuatu terjadi. karena orang terdahulu membuat larangan tersebut tentu memiliki arti tertentu.

Leave a Reply