Mitos bunga sedap malam

Masyarakat Indonesia masih kental dengan berbagai mitos dan kepercayaan. Bahkan di zaman modern, berbagai macam kepercayaan mistis masih saja melekat dalam benak sebagian besar masyarakat kita. Sedap malam lebih dikenal sebagai bunga hias. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya.

Bunga ini memancarkan bau yang sangat tajam, terutama saat malam hari. Ada kalanya baunya sangat menusuk sehingga banyak orang menghubungkannya dengan kehadiran makhluk gaib. Bila dilihat dari sudut pandang metafisika, bunga sedap malam dianggap sebagai penangkal sihir, santet maupun guna-guna. Satu hal yang menjadikan bunga ini makin mistis yaitu karena aroma wangi sedap malam hanya muncul di malam hari.

mitos bunga sedap malam

praktik-praktik supranatural yang berhubungan dengan alam gaib dan hantu masih sangat lekat di masyarakat kita. Beberapa bunga dihadirkan sebagai media untuk memangil makhluk halus dalam ritual supranatural, termasuk salah satunya adalah sedap malam. Dan sampai saat ini belum ada alasan ilmiah mengapa bunga ini bisa menarik hantu.

Jaman dulu, bunga sedap malam atau Yek Lai Siang ini, sering digunakan untuk menenangkan hati saat dalam kondisi berkabung sehingga wajar bila bunga ini sering muncul dalam upacara pemakaman. Bahkan sebagian orang meyakini bahwa wangi bunga yang tercium tersebut menandakan adanya keberadaan makhluk halus ditempat tersebut.

Bunga sedap malam memiliki khasiat supranatural yang akan membawa efek ketentraman dalam keluarga. Ini akan membuat sesama anggota keluarga tidak akan berselisih paham satu sama lain. Bunga sedap malam banyak dimanfaatkan dalam upacara-upacara keagamaan. Di Indonesia, bunga sedap malam sering digunakan untuk dekorasi dalam upacara pernikahan.

Asal usul

Bunga sedap malam tumbuhan asli Meksiko. Bangsa Aztek mengenal tumbuhan sedap malam dengan nama omixochitl, yang berarti “bunga tulang”. Seorang misionaris asal Prancis, mengutip dari fragrantica.com, memperkenalkan tumbuhan dari Meksiko ini ke negaranya dan negara-negara tetangganya, termasuk Italia, pada 1530. Tumbuhan yang masuk dalam keluarga Amarylidaceae ini kemudian menyebar, tumbuh baik di daerah subtropis maupun tropis, termasuk di Indonesia.

kisah yang dituturkan turun-temurun adalah kisah yang berasal dari zaman Renaissance Italia, ada larangan bagi gadis-gadis untuk melintas di kebun sedap malam agar tidak terpapar harum bunganya yang disebutkan berkemampuan merangsang. Berbeda dengan melati yang menguarkan aroma kesegaran, aroma sedap malam dianggap merangsang berahi.

Masyarakat india menyebutnya sebagai Rajanigandha dan dianggap mengandung nektar yang dapat memberikan kekuatan magis terhadap siapapun yang menghirup aroma wanginya.

Leave a Reply