Mitos Burung Puter

Burung puter bukanlah burung mahal yang dipelihara dengan perawatan dan perlakuan istimewa dari pemiliknya, tetapi sebaliknya di pelihara sekedarnya. hal ini di karena harganya sangat murah itu. Suara khas burung “anggungan” yang konstan. Sebenarnya juga memiliki penggemarnya sendiri. Selain bisa difungsikan sebagi alarm atau pemecah kesunyian dikala malam sepi.

Dan konon Burung Puter yang bagus akan bunyi konstan dalam tiap putaran jam. Misalnya tiap seperempat jam burung akan terus berbunyi. Pemanfaatan lainnya dari burung puter adalah digunakan sebagai penggeram telur kutut, jadi sepasang puter yang mengeram sangat mudah dan lancar dititipi telur kutut.

Jadi tak usah bingung soal indukan kutut mau mengerami telurnya apa tidak, dengan cara ini sudah banyak terbukti meningkatkan produktivitas ternak perkutut. Termasuk juga jenis puter putih, bagus juga digantang sendiri untuk depan rumah, Sebab burung puter putih memiliki sisi anggun dan wibawa tersendiri dibanding puter warna coklat yang jumlahnya lebih banyak ditemukan.

mitos burung puter

Mitor Burung Puter Putih

Baik jantan ataupun betina, puter putih dan puter pelung putih mampu memikat hati setiap orang yang melihatnya. Harga puter putih lokal bisa mencapai Rp. 200.000 per pasang, sedangkan puter pelung putih bisa mencapai Rp. 700.000 per pasang.

Burung puter putih mulai memiliki banyak peminat. Faktor warna memang bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi peminat burung tersebut. Belum lagi jika ditambah adanya bola merah mata, atau mata merah pada burung puter putih, harganya akan semakin mahal. Burung Puter Putih di percaya membawa kelancaran rejeki bagi pemiliknya. Ada beberapa sebutan burung putih yang di kenal orang yaitu burung puter putih kalung hitam, puter putih mata merah, burung puter geni.

Leave a Reply