mitos mencari kutu malam hari

“nak, malam-malam jangan nyari kutu, nanti umurnya pendek” begitulah pesan orang tua jaman dahulu kepada anaknya apabila ada yang sedang mencari kutu rambut baik menggunakan tangan (petan) atau dengan sisir kutu. mitos mencari kutu pada malam hari sudah ada sejak dahulu kala kemudian disampaikan turun temurun tanpa ada aturan tertulis atau dasar sebenarnya, melainkan sebuah kepercayaan yang di bawa dengan bentuk lisan.

mitos larangan mencari kutu pada malam hari berasal dari tanah jawa kemudian merambah ke daerah sumatera hingga saat ini dikenal di nusantara, sebagai mitos warisan budaya indonsia. tentang benar atau tidaknya semua sudah diatur berdasarkan takdir. apabila dikaji sebenarnya lebih mengarah ke pesan moral dari pada mitosnya sendiri. karena secara logika pekerjaan mencari kutu dikelompokan ke dalam pekerjaan orang malas di tambah lagi pada jaman dahulu peerangan terbatas. jadi kemungkinan pekerjaan mencari kutu di ibaratkan pekerjaan yang sia-sia, karena bentuk kutu yang sangat kecil tidak akan mudah di cari pada malam hari.  selain itu juga agar bisa mengerjakan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat seperti mengaji, belajar atau istirahat. terlebih lagi kebiasaan mencari kutu adalah kebiasaan monyet.

sedangkan jika di lihat dari sudut pandang agama tentang mitos mencari kutu sebenarnya tidak siang tidak malam lebih baik menggunakan sisir atau shampo. karena apabila orang dengan orang maka timbul obrolan ngalor ngidul/ ngerumpi yang dikhawatirkan mengarah pada obrolan buruk atau menceritakan kejelekan-kejelekan orang lain sehingga yang harusnya tidak bermasalah jadi membawa dosa. oleh karena itu selagi tidak menceritakan kejelekan orang maka dianggap sah-sah saja.

ada dua versi yang mempengaruhi mitos mencari kutu di malam hari, yakni versi yang pertama apabila dilakukan maka dipercaya akan memperpendek umurnya, kemudian versi yang kedua bahwa dengan mencari kutu pada malam hari maka akan di datangi hantu kuntilanak. dari dua versi tersebut sering menjadi nasehat untuk anak-anak wanita pada jaman dulu hingga sakarang. dengan adanya efek yang menakutkan dan mengerikan tersebut maka orang-orang sangat patuh dan menurutinya.

Leave a Reply