pepatah jawa lengkap dan artinya

pepatah jawa adalah sebuah kalimat yang digunakan untuk memberikan nasehat dalam bentuk bahasa jawa yang dikemas secara ringkas berupa kata kiasan atau kata bijak. pepatah juga di sebut wejangan dalam bahasa jawa. Diharapkan dengan pesan yang sering disampaikan orang tua kepada anaknya ini lebih mengena di hati daripada menasehati secara langsung. Bagi anda yang ingin tau tentang nasehat jawa secara lengkap dengan artinya, telah saya siapkan.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar tentang pepatah atau nasehat yang di ucapkan kepada orang lain. Oleh Karen aitu anda wajib tahu arti dari kata pribahasa tersebut, karena ada pribahasa yang langsung dapat di cerna secara arti bahasa Indonesia, ada juga yang tersirat, sehingga perlu arti dalam penjabaran sebenarnya.

Berikut kumpulan pepatah jawa lengkap dengan artinya:

1.mikul dhuwur mendem jero (mengangkat tinggi mengubur dalam)
arti dari pepatah ini merupakan sebuah nasihat untuk anak yang harus mengangkat derajat orang tua.

2. tuwa tuwas (tua tanpa guna)
Pepatah ini merupakan sebuah gambaran tentang orang tua yang tidak bisa memberikan contoh kepada kaum muda-mudi yang lebih muda.

3. kuthung ing sesurupan (kurang memiliki pengetahuan)
Pepatah jawa ini sering digunakan untuk menyatakan tentang orang yang kurang berpengalaman dalam bidangnya.

4. ora duwe daya gumregah kanggo ibadah (tidak punya daya untuk beribadah)
Tidak memiliki kemauan yang kuat untuk melaksanakan ibadah, meskipun kondisinya sehat dan fisitknya kuat.

5. tuna ing lelabuhan (cacat karena tidak ada pengabdian)
Orang yang selalu merasa kurang dan tidak mensyukuri sehingga malas untuk berbuat kebaikan.

6. mbrabas koyo dene ampas ( bocor seperti ampas kelapa)
Tidak berguna karena tidak mau berusaha untuk menjadi yang berguna

7. samubarange sarwa kuciwa (segala sesuatunya serba kekurangan)
Pepatah jawa ini memiliki arti bahwa seseorang yang tidak memiliki apa-apa untuk di gnakan sebagai conto, karena perilakunya yang buruk dan sifatnya yang jelek.

8. isih aji godhong jati aking kanggo urub-urub pawon (lebih bermanfaat daun jati kering masih bisa untuk perapian)
Pepatah jawa ini juga memiliki arti tentang seseorang yang tidak ada gunanya dan di masih lebih berharga dan bermanfaat daun jati kering, yang dianggap sampah dalam hutan.

9. ojo sembrono (jangan ceroboh)
Pesan atau nasehat ini sering kita dengar dari para orang tua kepada anaknya, mengandung arti bahwa kita harus berhati-hati dalam bertindak, jangan ceroboh.
10. kudu duwe kabisan lan pepethingan (harus punya keahlian dan ketrampilan)
Menjadi manusia harus memiliki keahlian dan ketrampilan walaupun Cuma satu, agar menjadi orang yang berguna sesuai dengan kemampuannya.

11. cegah dhahar lan guling (mengurangi makan dan waktu tidur)
Pepatah ini merupakan pesan agar kita itu harus belajar hidup prihatin, agar dapat selalu mengingat kehidupan dan kematian, serta mensyukuri apa yang sudah diterima.

12. meper hardening hawa nafsu (mengendalikan hawa nafsu)
Pribahasa ini kental dengan bahasajawa kuno, sesuai artinya adalah sebagai pesan untuk tidak berbuat mengikuti hawa nafsu.

13. kuat ngleremake kobaring kanepson (kuat mengendalikan diri)
Harus kuat menahan hawa nafsu dan kemarahan, agar bisa bertidak dan berbuat yang baik.

14. bisa ngleremake sakehing goda (bisa melepaskan diri dari semua godaan)
Menjadi manusia tidak lepas dari segala godaan, dengan pepatah ini maka kita diharapkan untuk bisa melepaskan diri dari segala bentuk godaan yang akan berakibat buruk.

15. ati pindha samodra (hatinya seluas samudera)
Harus memiliki perasaan yang tenang, tabah, dan sabar.

16. kamot samubarang kang kasangga (bisa menampung segala sesuatu yang di angkat)
Harus bisa menjadi penopang setiap permasalahan yang sedang diterima atau dijalani

17. pering payung marang wong sing kodanan (member paying kepada orang yang kehuujanan)
Meskipun pepatah ini artinya sudah jelas dalam bahasa indnesia, namun memiliki arti yang tersirat bahwa kita sebagai manusia harus bisa memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.

18. paring usada marang wong sing nandang sakit (memberikan bantuan kesembuhan kepada orang sakit)

19. paring pepadhang marang wong sing nandhang pepeteng (memberikan bantuan penerangan kepada orang yang sedang kegelapan)
Memberikan pencerahan kepada orang yang sedang dalam menghadapi berbagai masalah, seperti motifasi dan nasehat.

20. jujur. Adil hameg paramarta (jujur adil dan menjunjung tinggi kebenaran)
Menjadi seseorang harus bersikap adil dalam setiap tindakan, dan selalu jujur agar kelak hidupmu menjadi berguna bagi orang yang baik.

21. berbudi bawa leksana (bersikap baik terhadap semua rakyatnya)
Pepatah ini diperuntukan untuk para pemangku jabatan, agar selalu bersikap dan berbuat baik terhadap seluruh masyarakat tanpa membedakan setatus dan golongan.

22. welas asih mring kawula dasih (memiliki belas kasih pada rakyat kecil)
Selain berbuat baik terhadap orang kecil juga memiliki belas kasih, jika menjadi pejabat atau pemimpin.

23. gembleng manembang mring gusti pangerane (khusu dalam ibadah dalam menyembah Tuhannya)
Harus serius dan fokus setiap beribadah daan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

24. seneng lelana tapa brata (sering berkelana dan melakukan semedi)
Berkelana untuk menimba ilmu dan bersemedi untuk mengingat serta mencari jati diri, agar kelak menjadi manusia yang tahu tentang perjalanan kehidupan.

25. sepi ing pamrih rame ing gawe (sepi dari ambisi pribadi dan mementingkan pekerjaannya)
Tidak memikirkan pujian atau bayaran, karena lebih mengutamakan pekerjaannya berhasil.

26. urip bakal kesrakat, mati bakal sekarat ( hidup susah matipun sengsara)
Jangan sampai anda menjadi orang yang hidupnya susah dan matinyapun sengsara karena perbuatan yang kurang baik anda lakukan semasa hidup.

27. bisa ngudi kawruh sing piguna (bisa belajar menuntut ilmu yang berguna)
Harus bisa menuntut ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain

28. nduweni lekas luhur ngabdi mring sesame (memiliki tekad luhur mengabdi pada sesama)
Nasehat ini merupakan pesan untuk memiliki tekad yang tinggi dalam bekerja atau mengabdi kepada seseorang)

29. salaku tindake tansah ngudi reh kautaman (sepak terjangnya selalu menyebar kebajikan)
Menjadi orang harus melihatserta memperhatikan perilaku dan ucapannya sendiri dan harus selalu menyebar kebaikan)

30. kelangan rasa kamanungsane (kehilangan rasa kemanusiaannya)
Kata ini menggambarkan tentang orang yang sudah kehilangan rasa jiwa sosialnya

31. bakal ngunduh wohing panggawe (akan menuai hasil dari perbuatannya)
Pepatah jawa ini sebagai pedoman dalam bertindak dan berbuat, karena setiap perbuatan akan berdampak pada diri sendiri, perbuatan baik hasilnya baik, perbuatan buruk hasilnya jelek)

32. sapa sira sapa ingsun (siapa kamu dan siapa saya)
Pribahasa jawa yang menggambarkan tentang seseorang yang berbeda derajat.

33. tindak tanduke wong jubriya (gerak geriknya orang sombong)

34. mring liyan sing dianggep asor lan kuthung (orang lain dianggap rendah dan bodoh)
35. muna-muni, tandang tanduk sarwa ngawur (tutur kata dan perilakunya serba sembarangan)

36. tumindake ora weruh empan lan papan (perbuatannya tidak tahu situasi dan kondisi)

37. panasbaran marang wong sing di anggep pepalang (marah ketika melihat ada orang yang menghalangi)

34. adigang adigung adiguna (orang yang selalu menyombongkan kekuasaan, kekayaan dan kepandaian)

35. padatane nandukake pangina (kebiasaannya suka menghina orang lain)

36. ujare bakul sinambi wara (berita yang dibawa oleh pedagang)

37. sapa sing salah bakal saleh (siapa yang berbuat salah akan menerima akibatnya)

38. rebutan balung tanpa isi (berebut tulang yang kosong)
Pepatah jawa ini menggambarkan tentang sesuatu yang tidak memiliki faedah namun diperebutkan.

39. aja mbarung sinang (jangan berbuat yang merusak tatanan)
Pribahasa jawa ini memiliki arti Jika sudah ada ketentuan dan dasar hukumnya maka jangan dilanggar

40. mrucut sakak kekudangan (lepas dari gendongan)
Pribahasa jawa ini memiliki arti pada kehidupan yang berarti pesan orang yang lepas dari harapan.

41. cekelen iwake aja buthek banyune (tangkap ikannya jangan buat airnya keruh)
Seandainya akan berbuat sesuatu maka pikirkan baik buruknya, agar tidak ceroboh dan meninggalkan keburukan.

42. Ana dina, ana upa. (Ada hari, ada nasi).
Selama orang mau bekerja dengan tekun pasti akan mendapatkan sesuap nasi atau rezeki

43. Ora obah ora mangan (tak mau bergerak tidak makan).
Merupakan sebuah petuah bijak untuk member semangat dan pedoman agar selalu bergerak atau bekerja agar bisa mencari makan/ rezeki.

44. Ngundhuh wohing pakerti. (Memetik buah perbuatan sendiri).
apa yang kita perbuat akan mendapatkan balasan, jika baik balasan baik, jika buruk balasan buruk.

45. Kebo gupak ajak-ajak. (Kerbau penuh lumpur mengajak kotor yang bersentuhan dengannya).
pribahasa ini memiliki arti sebuah nasehat / peringatan bahwa orang yang yang mempunyai sifat dan perbuatan buruk (kotor) cenderung suka mengajak (mempengaruhi) orang lain mengikuti perbuatannya. Oleh karena itu. jauhilah orang seperti itu atau jangan berdekatan dengannya.

46. Anak polah, bapa kepradhah. (Anak meminta, bapak meluluskannya).
pepatah jawa ini memiliki arti suatu nasehat peringatan bagi orang tua agar bertanggung jawab terhadap kehidupan anak-anaknya. Orang tua harus mempertimbangkan dengan cermat permintaan si anak, mengenai baik-buruk dan manfaatnya, agar tidak menimbulkan permasalahan dalam keluarga.

46. Witing tresno jalaran saka kulino. (Awal cinta karena biasa berdekatan).
tumbuhnya perasaan cinta karena seringnya bertemu atau berkomunikasi.

47. Nabok nyilih tangan. (Memukul pinjam tangan orang lain).
arti kata kiasan terhadap orang licik yang tidak berani menghadapi musuhnya secara terbuka, namun meminta tolong (bantuan) orang lain dengan sembunyi-sembunyi.

48. Kekudhung walulang macan. (Berkerudung kulit harimau).
arti pribahasa jawa ini adalah gambaran orang yang berusaha mencapai keinginannya dengan menggunakan pengaruh dari penguasa atau orang yang ditakuti masyarakat.

49. Becik ketitik, ala ketara. (Baik akan terbukti (diakui), buruk akan kelihatan sendiri).
Pesan bagi siapa pun tidak takut berbuat baik. Meskipun awalnya belum kelihatan, pada saatnya akan menemukan makna dan dihargai. Dan jika berbuat buruk, sepandai-pandainya menutupi akhirnya akan ketahuan juga.

50 . Emban cindhe, emban siladan. (Menggendhong dengan selendang, menggendong dengan rautan bambu).
arti pribahasa jamwa ini adalah kata bijak untuk menasehati yang kebanyakan ditujukan pada orang tua (penguasa), agar tidak membeda-bedakan perhatiannya terhadap anak ataupun rakyat (bawahannya). Yang disukai jangan lantas diberi kemudahan sementara yang tidak disukai terus-menerus disakiti (dipersulit hidupnya).

51. Kegedhen empyak kurang cagak. (Kebesaran atap kurang tiang).
pepatah yang memiliki arti orang yang berbuat sesuatu melebihi kemampuannya. Dengan memaksakan diri, sebagaimana dikiaskan rumah yang atapnya terlampau besar (lebar) dengan sedikit tiang, besar kemungkinan rumah (cita-citanya) tidak dapat didirikan (terwujud). Misalnya terwujud (rumah dapat berdiri), konstruksinya akan rapuh sehingga mudah roboh dan akan menimbulkan masalah baru.

52. Ngono ya ngono, ning aja ngono. (Begitu ya begitu, tapi jangan begitu).
pribahasa untuk ungkapan agar orang jangan berbuat sembarangan, semaunya sendiri dan sesukanya, ingat juga pendapat orang lain.

53. Tuna satak bathi sanak. (Rugi sedikit tak apa, asal tambah saudara).
makna dari pribahasa ini adalah seorang pedagang yang menyadari bahwa laba bukan segala-galanya akan mengurangi sedikit laba yang diperoleh, sehingga para pembeli akan merasa senang karena harga barang jadi lebih murah dari pedagang lain. Akibatnya, mereka akan suka belanja kepadanya.

Leave a Reply