Tradisi dan ilmu suku bajau

Suku Bajau terkenal akan kemampuannya menyelam di dalam air. Penduduk suku ini bisa menyelam hingga kedalaman 70 meter tanpa alat bantu pernapasan apa pun. Mereka hanya berbekal sebuah topeng kayu. Dengan peralatan sederhana ini, mereka bisa menyelam selama 13 menit. Selain itu, mereka menghabiskan 60 persen waktu mereka dalam sehari dengan menyelam. Untuk berlayar di siang hari, pada saat mereka tidak bisa melihat pantai, mereka mengandalkan ombak dan angin. Pada malam hari, bintang bintanglah yang menunjukkan jalan. Mereka menyebut bintang itu mamau atau karangita. Mamau atau karangita bisa menjadi penunjuk arah yang dituju. Suku Bajau memiliki keyakinan penuh atas sebuah ungkapan bahwa Tuhan telah memberikan bumi dengan segala isinya untuk manusia.

suku bajau

Suku Bajau sejak ratusan tahun yang lalu sudah menyebar ke negeri Sabah dan berbagai wilayah Indonesia. Suku Bajau yang Muslim ini merupakan gelombang terakhir migrasi dari arah utara Kalimantan yang memasuki pesisir Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan dan menduduki pulau-pulau sekitarnya, lebih dahulu daripada kedatangan suku-suku Muslim dari rumpun Bugis yaitu suku Bugis, suku Mandar.

Tradisi

pemuda yang ingin menikahi perempuan yang lebih tinggi status sosialnya. Masyarakat Suku Bajau menyebut rumah palemana atau rumah di atas perahu.

Falsafah hidup masyarakat Bajau yaitu, “Papu manak ita lino bake isi-isina, kitanaja manusia mamikira bhatingga kolekna mangelolana‘. Artinya, Tuhan telah memberikan dunia ini dengan segala isinya, kita sebagai manusia yang memikirkan bagaimana cara memperoleh dan mempergunakannya. Sehingga laut dan hasilnya merupakan tempat meniti kehidupan dan mempertahankan diri sambil terus mewariskan budaya leluhur Suku Bajau.

Ilmu mistis

Meskipun Suku Bajau beragama Islam, namun mereka masih hidup dalam dimensi leluhur. Budaya mantera-mantera, sesajen serta kepercayaan roh jahat masih mendominasi kehidupan mereka. Peran dukun masih sangat dominan untuk menyembuhkan penyakit serta untuk menolak bala atau memberikan ilmu mistis.

Orang Bajau sangat mempercayai setan-setan yang berada di lingkungan sekitarnya. Rumah dan dapur-dapur mereka. Mereka percaya pantangan-pantangan dan larangan, seperti misalnya larangan meminta kepada tetangga seperti minyak tanah, garam, air atau apapun setelah magrib. Mereka juga percaya dengan upacara tebus jiwa. Melempar sesajen ayam ke laut, artinya kehidupan pasangan itu telah dipindahkan ke binatang sesaji.

Leave a Reply